Kasat Pol PP NTB Imbau Ritel Modern Jaga Etika Penjualan Produk Sensitif

admin
0
Udayana Insight

Udayanainsight – Pertumbuhan ritel modern di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) terus meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Gerai-gerai waralaba kini tidak hanya hadir di kawasan perkotaan, tetapi juga mulai menjangkau daerah pedesaan.


Kemudahan akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari menjadi salah satu dampak positif kehadiran ritel modern. Namun, di balik kemudahan itu, muncul pula tantangan sosial yang perlu mendapat perhatian, khususnya terkait penjualan produk-produk sensitif seperti alat kontrasepsi.


Di sejumlah ritel modern di Lombok, produk kontrasepsi masih sering ditempatkan di area terbuka, bahkan di dekat kasir. Posisi strategis ini membuat produk mudah terlihat oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Kondisi tersebut dinilai kurang etis dan berpotensi memberikan dampak negatif terhadap perilaku generasi muda.


Sejumlah pegawai ritel juga mengakui bahwa produk kontrasepsi tergolong laku keras, bahkan kerap dibeli oleh remaja dan pelajar, terutama pada akhir pekan dan hari libur. Fakta ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat atas mudahnya akses terhadap produk yang seharusnya dibatasi untuk kalangan dewasa.


Menanggapi hal itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., mengimbau pengelola ritel modern agar memperhatikan aspek etika dalam menata dan menjual produk-produk sensitif di tempat umum.


“Pedagang atau pengelola ritel harus tetap menjaga kepatutan dan etika. Jangan terlalu vulgar dalam menata produk, lihat juga segmen pasarnya,” ujar Fathul Gani pada Minggu (2/11).


Ia juga meminta agar pihak ritel lebih selektif terhadap pembeli produk tersebut, serta tidak menjualnya secara bebas tanpa memperhatikan usia pembeli.


“Kasir bisa melihat siapa pembelinya. Kalau masih ABG, sebaiknya jangan dilayani. Kita semua punya tanggung jawab untuk melindungi generasi muda dari perilaku menyimpang,” tegasnya.


Menurut Fathul Gani, persoalan ini menjadi perhatian serius, mengingat dirinya juga merupakan Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTB yang turut peduli terhadap pembinaan karakter generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga citra Lombok sebagai daerah yang berbudaya dan religius.


“Kita ini daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai syariah dan moral. Jangan sampai karena alasan ekonomi, kita mengorbankan etika dan masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.


Meski saat ini imbauan baru bersifat preventif, Satpol PP NTB berencana melakukan pemantauan langsung ke sejumlah ritel modern di wilayahnya untuk memastikan penjualan produk sensitif dilakukan secara tertib dan beretika.


“Kami sementara ini masih mengimbau, tapi nanti akan turun langsung untuk melihat dan memberikan pembinaan bila diperlukan,” jelas Fathul Gani.


Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pengusaha, orang tua, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama menjaga moralitas generasi muda.


“Kalau semua pihak punya niat yang sama, kita bisa mencegah perilaku seks bebas sejak dini. Ini bukan sekadar soal produk, tapi soal masa depan anak bangsa, khususnya kita di daerah Nusa Tenggara Barat,” ujarnya.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)